oleh

Mengenal Sosok Dedi Setiadi

Jakarta, MPI – Pria kelahiran 26 Oktober 1952 Sukabumi Jawa Barat yang punya nama lengkap Dedi Setiadi dan hoby bersepeda ini lebih dikenal dengan sebutan Sutradara DS dikalangan artis Sinetron dan FTV ditemui Artis6.com di lokasi shooting Mega Kreasi Film di bilangan Bintaro Jaya belum lama ini.

Saat Berolahraga Sepeda

Dedi Setiadi banyak menyandang predikat sebagai Sutradara Terbaik di beberapa acara award yang diselenggarakan oleh berbagai instansi dan lembaga terkait. Namun dikesibukan sebagai sutradara selalu menyempatkan berkumpul atau jalan jalan bersama keluarga.

Jalan Jalan Bersama Keluarga

Prestasi yang diraih DS diantaranya sebagai Sutradara Terbaik Piala Monitron th 1989 ” Pemahat Borobudur ” , Prix Jeunesse Festival di Munchen Jerman Barat Th 1990 ” Pemahat Borobudur ” , Sutradara Sinetron Cerita Drama Seri Terbaik FSI Tahun 1998 ” Cermin ” , Sebagai ” Pelopor Sutradara Sinetron ” di Anugerah Prestasi Bulletin Sinetron Th 2000 , Sutradara Terpuji Tahun 2003 ” Apa Kabar Bangsamu ” , Sutradara Terbaik FSI Tahun 2004 FTV ” Sendal Bolong Untuk Hamdani “.

Prestasi lainnya sebagai Sutradara Terbaik di Forum Film Bandung untuk Drama TV Series Th 2008 ” Rinduku Cintamu ” , mendapat Penghargaan dari Institut Kesenian Jakarta / Teater Kategori Penyutradaraan Tahun 2004 , Sutradara Terpuji di Festival Film Bandung FFB Tahun 2014 ” Manusia Gerobak ” . Kegiatan shooting Dedi Setiadi bukan hanya di Jakarta tetapi ke berbagai pelosok di Indonesia.

Shooting JRK Bersama Direktur TVRI Ishadi Tahun 1987

Menurut Dimas yang berperan sebagai Polisi Sinetron Poltron yang ditemui dilokasi shooting, prestasi Sutradara DS memang tidak di ragukan lagi, ketegasan kepada pemain tidak pandang bulu kalau ada kesalahan pasti langsung ditegur. Hal senada juga diungkapkan Daniel Bond seorang pemain sinetron dilokasi shooting yang sama.

Shooting di Mega Kreasi Film MKF

Daniel Bond yang sudah lima kali main di FTV yang di sutradarai DS, menuturkan bahwa ketegasan Sutradara DS membuat para pemain cepat memahami bagaimana cara bermain yang baik dan benar.

Pendidikan yang ditempuh Dedi Setiadi memang sangat beralasan dan sangat pantas untuk mendapatkan prestasi yang diraihnya, DS mengikuti Sekolah Televisi (TVRI) sebagai Perencara Program (1979), Sekolah Televisi Bidang Penyutradaraan Lanjutan (1982), Sekolah Asia Fasific Institut For Broadcasting Development (AIBD)Kuala Lumpur Malaysia Bidang TV Spot dan Pendidikan (1983), pernah Kuliyah di STIA LAN RI (1987 – 1991), Pelatihan Asesor Kompetensi Sektor Prioritas (APBN-P) Angkatan XXII Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dedi Setiadi menyutradarai beberapa Sinetron dan FTV atau Drama Series yang mendapat penghargaan diantaranya Sinetron Terbaik di FFI th 1987 ” Karina ” , Sinetron Terbaik di FFI th 1989 ” Pemahat Borobudur “, Miniseri Terbaik FSI Tahun 1991 ” Siti Nurbaya “, Piala Vidya Utama FSI Tahun 1996 ” Vonis Kepagian “, Piala Vidya Utama Penulis Cerita Asli Sinetron Drama Terbaik FSI Tahun 1996 ” Vonis Kepagian “, Piala Vidya Utama Penulis Teleplay Sinetron Drama Terbaik FSI Tahun 1996 ” Vonis Kepagian “, Sinetron Terbaik Versi Majalah Vista Tahun 1996 ” Vonis Kepagian “. Menurut Dedi banyak kenangan shooting lainnya seperti di Kapuas dan daerah lainnya.

Shooting Drama Mini Seri Ketulusan Sartika di Kapuas

Penghargaan lainnya Drama Seri Terbaik FSI Tahun 1998 ” Cermin “, Sinetron Drama Terpuji FFB Tahun 2001 ” Keluarga Cemara “, Panasonic Award Tahun 2001 & 2002 ” Keluarga Cemara “, Sinetron Drama Terpuji FFB Tahun 2003 ” Apa Kabar Bangsamu “, Film Televisi Terbaik FSI Tahun 2004 FTV ” Sendal Bolong Untuk Hamdani “, Sinetron Komedi Terpuji FFB Tahun 2006 ” Ngaca Dong “, Film Televisi Terbaik di Internasional Seoul Drama Award Tahun 2006 FTV ” Sendal Bolong Untuk Hamdani “, FTV Terbaik di FFB Tahun 2010 ” Menggapai Harapan “, FTV Terbaik Komisi Penyiaran Indonesia KPI Tahun 2011 ” Wagina Bicara “, FTV Terbaik di Festival Film Indonesia FFI Tahun 2015 ” Hati Hati dengan Hati “dan Film Televisi Terpuji FFB Tahun 2016 “Dalang “.

Dedi Setiadi yang masih sebagai sutradara FTV di beberapa stasiun televisi seperti Indosiar, Trans7 dan yang lainnya, rencananya akan menggarap miniseri tayang di TVRI seperti Remake Mini Seri Siti Nurbaya dan karya sastra lain terbitan Balai Pustaka juga akan menyutradarai Diponegoro versi tulisan Diponegoro sendiri dan minta doa nya dari semua pembaca agar di lancarkan.(Hamdanil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed